Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pendidikan Kewarganegaraan

TEORI NILAI MENURUT BEBERAPA TOKOH AHLI

Assalamu'alaikum wr.wb. Masih dalam pembahasan pendidikan kewarganegaraan. Untuk kali ini kita berbicara tentang teori nilai. Nilai yang dimaksud adalah nilai-nilai manusiawi      Ada beberapa tokoh yang menyatakan bahwa nilai itu ada tingkatannya . Yang pertama adalah Max Scheler. Menyebutkan bahwa nilai terdiri dari empat tingkatan yaitu : 1. Nilai kenikmatan. 2. Nilai kehidupan. 3. Nilai kejiwaan. 4. Nilai kerohanian.  Tokoh yang kedua adalah Walter G.Everet yang menggolongkan nilai menjadi delapan kelompok yaitu : 1. Nilai ekonomis. 2. Nilai kejasmanian. 3. Nilai hiburan. 4. Nilai sosial. 5. Nilai watak. 6. Nilai estetis. 7. Nilai intelektual. 8. Nilai keagamaan. Dan tokoh yang ketiga adalah notonagoro yang membagi nilai menjadi tiga yaitu: 1. Nilai material. 2. Nilai vital. 3. Nilai kerokhanian. Dibagi empat yaitu:     a. Nilai kebenaran.     b. Nilai keindahan.     c. Nilai kebaikan.     d. Nilai ...

Jelaskan Pengertian Geostrategi Indonesia?

Gambar
Pada postingan kali ini Wkyes akan menjelaskan tentang Geostrategi Indonesia karena materi ini pernah di tanyakan oleh dosen. Mungkin sobat juga membutuhkan materi ini oleh karena itu Wkyes mencoba untuk membantu teman-teman dalam memahami Geostrategi khususnya Geostrategi Indonesia. Seperti biasanya Wkyes mengambil referensi materi dari  buku "Pendidikan Kewarganegaraan - Untuk Perguruan Tinggi" karya Prof. Dr. H. Kaelan, M.S. dan Drs. H. Achmad Zubaidi, M.Si. Dosen Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Baiklah langsung saja simak penjelasannya di bawah ini. Geostrategi Strategi adalah politik dalam pelaksanaan, yaitu upaya bagaimana mencapai tujuan atau sasaran yang ditetapkan sesuai dengan keinginan politik.  Karena strategi merupakan upaya pelaksanaan, maka strategi pada hakikatnya merupakan suatu seni yang implementasinya di dasari oleh intuisi, perasaan dan hasil pengalaman.  Strategi juga dapat merupakan ilmu, yang langkah-langkahnya selalu berkaitan dengan data da...

Apa Hubungan Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional?

Gambar
  Jam 23.05 baru kebangun dari tidur bingung mau ngapain, ya udah Wkyes memilih untuk menulis postingan yang berjudul " Apa Hubungan Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional " mengingat judul yang berupa pertanyaan ini pernah di tugaskan oleh dosen, maka Wkyes rasa perlu membagikan juga ke sobat-sobat Wkyes juga yang mungkin membutuhkan. Terkait referensi, Wkyes masih menggunakan buku yang sama seperti postingan-postingan sebelumnya yaitu buku "Pendidikan Kewarganegaraan-Untuk Perguruan Tinggi" Karya Prof. Dr. H. Kaelan, M.S. dan Drs. H. Achmad Zubaidi, M.Si. dosen Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Baiklah langsung saja simak penjelasannya berikut ini. Apa Hubungan Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional ? Dalam menyelenggarakan kehidupan nasional agar tetap mengarah pada pencapaian tujuan nasional diperlukan suatu landasan dan pedoman yang kokoh berupa konsepsi wawasan nasional. Wawasan nasional Indonesia menumbuhkan dorongan dan rangsangan untuk mewujudkan asp...

Perbedaan Demokrasi Indonesia Masa Orde Baru dengan Demokrasi Pasca Reformasi (Sekarang)

Gambar
Pagi-pagi gini baru bangun tidur mau berangkat kuliah, eh keinget tugas Makul PKN yang kemaren-kemaren sempet lupa mengerjakan karena dari kemaren cuma santai. Haduuhh... bagaimana nih bentar lagi masuk. Browsing aja ah. Cari sana sini banyak yang kurang cocok dengan materinya. Cuma gitu-gitu aja.  Nah... kalo sobat nemuin artikel ini berarti sobat sedikit berutung deh. Bahkan beruntung banget hehe.. Ya udah langsung saja ya apa sih perbedaan demokrasi Indonesia masa orde baru dengan demokrasi masa pasca reformasi atau masa sekarang ini? Wkyes mengambil referensi dari bukunya Prof. Dr. H. Kaelan, M.S dan Drs. H. Achmad Zubaidi, M.Si Dosen Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Penerbitnya "PARADIGMA" Yogyakarta. Judul bukunya "Pendidikan Kewarganegaraan - Untuk Perguruan Tinggi" Oke langsung saja. Inilah perbedaan antara demokrasi Indonesia pada Masa Orde Baru dengan Demokrasi Pasca Reformasi (sekarang). Demokrasi Masa Era Orde Baru Demokrasi Indonesia Masa Orde Baru ...

Kesatuan Sila-sila Pancasila sebagai Suatu Sistem Filsafat Part 1

Gambar
  D. Kesatuan Sila-sila Pancasila sebagai Suatu Sistem Filsafat  Kesatuan sila-sila Pancasila pada hakikatnya bukanlah hanya merupakan kesatuan yang bersifat formal logis saja namun juga meliputi kesatuan dasar ontologis, dasar epistemologis, serta dasar aksiologis dari sila-sila Pancasila. Sebagaimana dijelaskan bahwa kesatuan sila-sila Pancasila adalah bersifat hierarkhis dan mempunyai bentuk piramidal, digunakan untuk menggambarkan hubungan hierarkhis sila-sila dalam Pancasila dalam urut-urutan luas (kuantitas) dan dalam pengertian inilah hubungan kesatuan sila-sila Pancasila itu dalam arti formal logis. Selain kesatuan sila-sila Pancasila itu hierarkhis dalam hal kuantitas juga dalam hal isi sifatnya yaitu menyangkut makna serta hakikat sila-sila Pancasila. Kesatuan yang demikian ini meliputi kesatuan dalam hal dasar ontologis, dasar epistemologis, serta dasar aksiologis sendiri yang berbeda dengan sistem filsafat yang lainnya misalnya materialsme, liberalisme, pragmatisme...

Kesatuan Sila-Sila Pancasila

Gambar
  C. Kesatuan Sila-Sila Pancasila  1. Susunan Pancasila yang bersifat Hierarkhis dan Berbentuk Piramidal Susunan Pancasila yang bersifat Hierarkhis dan mempunyai bentuk piramidal. Pengertian matematika piramidal digambarkan untuk menggambarkan hubungan hierarkhi sila-sila dari Pancasila dalam urutan-urutan luas (kwantitas) dan juga dalam hal sifat-sifatnya (kwalitas). Kalau dilihat dari intinya, urut-urutan lima sila menunjukkan satu rangkaian tingkat dalam luasnya dan isi-sifatnya, merupakan pengkhususandari sila-sila yang dimukanya. Jika urut-urutan lima sila dianggap mempunyai maksud demikian, maka di antara lima sila ada hubungan yang mengikat yang satu kepada yang lain sehingga Pancasila merupakan suatu kesatuan keseluruhan yang bulat. Andai kata urut-urutan itu dipandang sebagai tidak mutlak.  Di antara satu sila dengan sila lainnya tidak ada sangkut pautnya, maka Pancasila itu menjadi terpecah-pecah, oleh karena itu tidak dapat dipergunakan sebagai suatu asas kerok...

Pengertian Pancasila sebagai Suatu Sistem

Gambar
  B. Pengertian Pancasila sebagai Suatu Sistem Pancasila yang terdiri atas lima sila pada hakikatnya merupakan sistem filsafat. Yang dimaksud dengan sistem adalah satu kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan, saling bekerja sama untuk satu tujuan tertentu dan secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan yang utuh, sistem lazimnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut : 1) Suatu kesatuan bagian-bagian 2) Bagian-bagian tersebut mempunyai fungsi sendiri-sendiri 3) Saling berhubungan, saling ketergantungan 4) Kesemuanya dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan bersama (tujuan sistem) 5) Terjadi dalam suatu lingkungan yang kompleks (Shore dan Voich, 1974:22) Pancasila yang terdiri atas bagian-bagian yaitu sila-sila Pancasila setiap sila pada hakekatnya merupakan suatu asas sendiri, fungsi sendiri-sendiri tujuan tertentu, yaitu suatu masyarakat yang adil dan Makmur berdasarkan pada Pancasila. Isi sila Pancasila pada hakikatnya merupakan suatu kesatuan. Dasar filsafat negara Indonesia t...

Pengertian Filsafat

Gambar
  A. Pengertian Filsafat  Dalam wacana ilmu pengetahuan sebenarnya pengertian filsafat adalah sangat sederhana dan mudah dipahami. Filsafat adalah satu bidang ilmu yang senantiasa ada dan menyertai kehidupan manusia. Dengan lain lain perkataan selama manusia hidup, maka sebenarnya ia tidak dapat mengelak dari filsafat, atau dal kehidupan manusia yang selalu berfilsafat. Jikalau seseorang hanya berpandangan bahwa materi merupakan sumber kebenaran dalam kehidupan, maka orang tersebut berfilsafat materialisme.  Jikalau seseorang berpandangan bahwa kenikmatan adalah merupakan nilai terpenting dan tertinggi dalam kehidupan maka orang tersebut berpandangan filsafat hedonisme, demikian juga jikalau seseorang berpandangan bahwa dalam kehidupan masyarakat dan negara adalah kebebasan individu, maka orang tersebut berfilsafat liberalisme, jikalau seseorang memisahkan antara kehidupan kenegaraan atau kemasyarakatan  dan kehidupan agama, maka orang tersebut berfilsafat sekularis...

Jelaskan Pancasila sebagai Jati Diri Bangsa dan Identitas Nasional Bangsa Indonesia

Gambar
Jelaskan Pancasila sebagai Jati Diri Bangsa dan Identitas Nasional Bangsa Indonesia    Pada postingan kali ini saya akan membahas tentang Pancasila sebagai Jati Diri Bangsa dan Identitas Nasional Bangsa Indonesia . Tulisan ini seharusnya sudah saya posting tahun lalu, tapi mungkin lupa atau sengaja tidak saya posting.  Yang jelas postingan ini terkait dengan tugas kuliah PKN yaitu seperti yang sobat lihat pada judul postingan ini. Oke langsung saja saya akan menjelaskan mengapa sih Pancasila dijadikan sebagai jati diri bangsa dan identitas nasional Indonesia?   Nah di bawah ini adalah jawabannya sobat. Saya mengutip penjelasan ini dari buku Pendidikan kewarganegaraan untuk perguruan tinggi karya dosen UGM Prof. DR. H. Kaelan, M.S. dan DRS. H. Achmad Zubaidi, M.Si.  Oke ini penjelasannya sobat.  Bangsa Indonesia sebagai salah satu bangsa dari masyarakat internasional, memiliki sejarah serta prinsip dalam hidupnya yang berbeda dengan bangsa-bangsa lain di du...